Selasa, 17 Desember 2024

Penerapan E-Payment QRIS UMKM di Toko Kios Chai mengenai Masalah, Edukasi, Sosialisasi, dan Manfaatnya

            Kemajuan teknologi yang semakin canggih memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam aktifitas sehari-hari. Kemajuan teknologi yang telah menyentuh kegiatan ekonomi memberikan banyak manfaat bagi semua kalangan termasuk di sektor UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah).

            Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah merupakan salah satu bentuk usaha yang berperan penting dalam kegiatan perekonomian, fleksibilitas dan ketahanan yang dimiliki oleh UMKM terbukti oleh kemampuannya untuk berkontribusi terhadap pemulihan ekonomi pada krisis moneter yang terjadi pada tahun 2018, yang mana kala itu dari sekian banyaknya bentuk usaha yang mengalami kehancuran dan gulung tikar (bangkrut), UMKM pada saat itu berhasil memberikan kontribusi bahkan lebih jauh berhasil mencapai kinerja yang luar biasa, yakni kenaikan jumlah usaha hingga 350% pada masa itu (Arifqi & Junaedi, 2021). Selain itu UMKM juga merupakan bentuk usaha yang merupakan sumber inovasi dan kreativitas, yang mana kegiatannya mengintegrasikan inovasi dan kreatifitas dalam proses produksinya, dalam proses itu juga UMKM mampu mengelola sumber daya potensial untuk menjadi suatu produk yang unik dan memiliki nilai daya tarik yang tinggi (Rizqi et al., 2022).

            Dengan semua potensial yang dimiliki oleh UMKM, terdapat pula ruang untuk terus menerus mengembangkan potensi baru, salah satu yang terjadi saat ini adalah adanya digitalisasi yang semakin cepat menjadi sebuah rintangan sekaligus. Digitalisasi UMKM dapat tercermin dari adanya penggunaan media online (internet) dalam kegiatan perekonomian, seperti kegiatan promosi, dan distribusi, serta bebagai interaksi supply-chain, dan layanan belanja online lainnya (Permana et al., 2021).

Kemudahan yang didapatkan dari proses jual beli online, menjadi suatu kebiasaan bagi masyarakat sehingga aspek pendukung yang memberikan kemudahan juga menjadi salah satu hal yang diminati yaitu salah satunya pembayaran secara online, transaksi yang dilakukan tanpa menggunakan uang tunai, yang dikenal dengan istilah E-Payment.

            E-Payment merupakan sebuah sistem yang menyediakan layanan akan pembayaran terhadap transaksi barang dan jasa yang dilakukan melalui internet, E-Payment melengkapi penerapan belanja online yang mana pengguna E-Payment di Indonesia tergolong efektive dikarenakan sistem pembayaran tradisional yang memiliki banyak kekurangan (Halim, Januardin & Hebrard, 2020). Dalam penggunaannya E-Payment dinyatakan sebagai sebuah fitur yang menjadi daya tarik dalam pengalaman jual beli online, banyaknya metode pembayaran yang disediakan melalui berbagai platform keuangan, metode pembayaran ini menjadi lebih diminati dibandingkan dengan model “bayar ditempat” karena kemudahan yang ditawarkan (Garrouch, 2022).  

            Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologii digital, bayak pelaku usaha kecil yang mulai beralih ke sistem pembayaran non-tunai untuk meningkatkan efisiensi transaksi dan memperluas pangsa pasar. Salah satu inovasi yang semakin populer di Indonesia adalah penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) sebagai contoh pembayaran digital.

Sebagai contoh yang dilakukan oleh toko Kios Chai, yang dikenal dengan berbagai produk minuman yang unik, merupakan salah satu usaha kecil yang semakin berkembang berkat kreativitas dan dedikasinya dalam melayani pelanggan.

 


Toko Kios Chai menggunakan metode pembayaran QRIS dan bisa bayar ditempat, penggunaan QRIS dapat memudahkan para pembeli yang biasanya dilalkukan oleh kalangan remaja.

Contoh ilustrasi pembaran yang dilakukan menggunakan QRIS



 

 

 

 

 

 


Masalah Penerapan QRIS Di Toko Kios Chai

Terdapat beberapa tantangan yang dihadapi oleh Toko Kios Chai dalam penerapan QRIS diataranya adalah:

1.    1.   Keterbatasan Akses Teknologi Dan Infrastruktur

Toko yang berada di daerah terpencil mungkin kesulitan mendapatkan koneksi internet yang stabil dan cepat, yang merupakan syarat utama untuk melakukan transaksi melalui QRIS. Tanpa koneksi internet yang memadai, pembayaran digital tidak dapat diproses dengan lancar.

2.      2. Kurangnya Literasi Digital Pelanggan

Tidak semua pelanggan, terutama mereka yang lebih tua atau kurang akrab dengan teknologi, ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan kebingungan.

3.      3. Keterbatasan Aplikasi dan Pilihan Pembayaran

Meskipun QRIS mendukung berbagai aplikasi pembayaran digital seperti GoPay, OVO, DANA, dan aplikasi perbankan lainnya mungkin beberapa pelanggan mungkin hanya memiliki aplikasi tertentu di ponselnya. Jika pelanggan tidak memiliki aplikasi yang kompatibel dengan QRIS, ini dapat menimbulkann kebingungan atau ketidaknyamanan dalam proses pembayaran.

4.    4.  Biaya Transaksi dan Potensi Margin Keuntungan yang tergerus

Meskipun biaya QRIS relatif lebih rendah dibandingkan dengan penggunaan mesin EDC (Electronic Data Capture), beberapa penyedia layanan pembayaran digital mungkin mengenakan biaya transaksi yang sedikit lebih tinggi. Biaya ini meskipun kecil, bisa menjadi bahan tambahan bagi usaha kecil dengan margin keuntungan yang tipis seperti Toko Kios Chai.

5.    5.  Kemanan dan Kepercayaan terhadap Teknologi Digital

Beberapa pelanggan atau bahkan pemilik toko mungkin masih skeptis terhadap keamanan transaksi digital, terutama terkait dengan potensi penipuan atau kebocoran data pribasi.

 

Edukasi Untuk Pemilik Toko dan Pelanggan Toko Kios Chai

1.      1. Edukasi untuk pemilik: pemilik Toko Kios Chai perlu memahami cara kerja QRIS secara mendalam agar dapat mengoptimalkan penggunaannya. Edukasi mengenai penggunaan sistem pembayaran dan cara memonitor transaksi.

2.      2. Edukasi untuk pelanggan: agar pelanggan merasa nyaman menggunakan QRIS. Pemilik toko dapat memberikan informasi tentang cara menggunakan QRIS melalui berbagai media.

 

Sosialiasi Penggunaan QRIS Di Toko Kios Chai

1.      1. Menggunakan media sosial dan platform digital

Memanfaatkan media sosial seperti Instagram, Facebook, atau WhatsApp untuk mensosialisasikan penggunaan QRIS kepada pelanggan. Hal ini dapat meningkatkan kesadaran pelanggan, terutama mereka yang aktif di media sosial.

2.     2.  Menyediakan pelayanan yang ramah dan membantu

Pemilik toko bisa menawarkan bantuan langsung untuk memastikan bahwa pelanggan merasa nyaman dan yakin dalam menggunakan metode pembayaran ini.

3.      3. Kolaborasi dengan penyedia dompet digital

Toko Kios Chai bisa bekerja sama dengan penyedia layanan pembayaran digital seperti GoPat, OVO, atau DANA untuk mensosialisasikan QRIS lebih luas.

 

Manfaat Penggunaan QRIS Pada Toko Kios Chai

1.     1.  Kemudahan dan kecepatan transaksi: QRIS memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk melalukan pembayaran hanya dengan memindahkan kode QR.

2.     2.  Mengurangi ketergantungan pada uang tunai: mengurangi ketergantungan pada uang tunai yang sering kali menimbulkan masalah seperti kesulitan memberikan uang kembalian atau risiko kehilangan uang fisik.

3.    3.   Memperluas akses ke pelanggan: termasuk pelanggan yang lebih memilih menggunakan dompet digital atau pembayaran non-tunai. Ini membuka peluang untuk menjangkau lebih banyak pelanggan, termasuk yang tidak membawa uang tunai atau lebih memilih metode pembayaran digital.

4.     4.  Peningkatan keamanan dan transparansi: transaksi digital yang dilakukan melalui QRIS tercatat secara otomatis di aplikasi dompet digital atau aplikasi perbankan sehingga meminimalkan potensi kesalahan dalam perhitungan uang atau kehilangan uang. 

Secara keseluruhan, penerapan QRIS pada toko kios chai dapat meningkatkan efisiensi, keamanan, dan aksesibilitas pembayaran, yang pada gilirannya mendukung pertumbuhan dan perkembangan usaha tersebut.




Penerapan E-Payment QRIS UMKM di Toko Kios Chai mengenai Masalah, Edukasi, Sosialisasi, dan Manfaatnya

               Kemajuan teknologi yang semakin canggih memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam aktifitas sehari-hari. Kemajuan teknologi ...