Kemajuan teknologi yang semakin canggih memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam aktifitas sehari-hari. Kemajuan teknologi yang telah menyentuh kegiatan ekonomi memberikan banyak manfaat bagi semua kalangan termasuk di sektor UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah).
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah
merupakan salah satu bentuk usaha yang berperan penting dalam kegiatan
perekonomian, fleksibilitas dan ketahanan yang dimiliki oleh UMKM terbukti oleh
kemampuannya untuk berkontribusi terhadap pemulihan ekonomi pada krisis moneter
yang terjadi pada tahun 2018, yang mana kala itu dari sekian banyaknya bentuk
usaha yang mengalami kehancuran dan gulung tikar (bangkrut), UMKM pada saat itu
berhasil memberikan kontribusi bahkan lebih jauh berhasil mencapai kinerja yang
luar biasa, yakni kenaikan jumlah usaha hingga 350% pada masa itu (Arifqi &
Junaedi, 2021). Selain itu UMKM juga merupakan bentuk usaha yang merupakan
sumber inovasi dan kreativitas, yang mana kegiatannya mengintegrasikan inovasi
dan kreatifitas dalam proses produksinya, dalam proses itu juga UMKM mampu
mengelola sumber daya potensial untuk menjadi suatu produk yang unik dan
memiliki nilai daya tarik yang tinggi (Rizqi et al., 2022).
Dengan semua potensial yang dimiliki
oleh UMKM, terdapat pula ruang untuk terus menerus mengembangkan potensi baru,
salah satu yang terjadi saat ini adalah adanya digitalisasi yang semakin cepat
menjadi sebuah rintangan sekaligus. Digitalisasi UMKM dapat tercermin dari
adanya penggunaan media online (internet) dalam kegiatan perekonomian, seperti
kegiatan promosi, dan distribusi, serta bebagai interaksi supply-chain, dan
layanan belanja online lainnya (Permana et al., 2021).
Kemudahan yang
didapatkan dari proses jual beli online, menjadi suatu kebiasaan bagi
masyarakat sehingga aspek pendukung yang memberikan kemudahan juga menjadi
salah satu hal yang diminati yaitu salah satunya pembayaran secara online,
transaksi yang dilakukan tanpa menggunakan uang tunai, yang dikenal dengan istilah
E-Payment.
E-Payment merupakan sebuah sistem
yang menyediakan layanan akan pembayaran terhadap transaksi barang dan jasa
yang dilakukan melalui internet, E-Payment melengkapi penerapan belanja online
yang mana pengguna E-Payment di Indonesia tergolong efektive dikarenakan sistem
pembayaran tradisional yang memiliki banyak kekurangan (Halim, Januardin &
Hebrard, 2020). Dalam penggunaannya E-Payment dinyatakan sebagai sebuah fitur
yang menjadi daya tarik dalam pengalaman jual beli online, banyaknya metode
pembayaran yang disediakan melalui berbagai platform keuangan, metode
pembayaran ini menjadi lebih diminati dibandingkan dengan model “bayar ditempat”
karena kemudahan yang ditawarkan (Garrouch, 2022).
Seiring dengan pesatnya perkembangan
teknologii digital, bayak pelaku usaha kecil yang mulai beralih ke sistem
pembayaran non-tunai untuk meningkatkan efisiensi transaksi dan memperluas
pangsa pasar. Salah satu inovasi yang semakin populer di Indonesia adalah
penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) sebagai contoh
pembayaran digital.
Sebagai
contoh yang dilakukan oleh toko Kios Chai, yang dikenal dengan berbagai produk
minuman yang unik, merupakan salah satu usaha kecil yang semakin berkembang
berkat kreativitas dan dedikasinya dalam melayani pelanggan.
Toko Kios
Chai menggunakan metode pembayaran QRIS dan bisa bayar ditempat, penggunaan
QRIS dapat memudahkan para pembeli yang biasanya dilalkukan oleh kalangan
remaja.
Contoh ilustrasi pembaran yang dilakukan menggunakan QRIS
Masalah Penerapan QRIS Di Toko Kios
Chai
Terdapat
beberapa tantangan yang dihadapi oleh Toko Kios Chai dalam penerapan QRIS
diataranya adalah:
1. 1. Keterbatasan Akses Teknologi Dan
Infrastruktur
Toko yang berada di daerah terpencil mungkin kesulitan mendapatkan
koneksi internet yang stabil dan cepat, yang merupakan syarat utama untuk
melakukan transaksi melalui QRIS. Tanpa koneksi internet yang memadai,
pembayaran digital tidak dapat diproses dengan lancar.
2. 2. Kurangnya Literasi Digital Pelanggan
Tidak semua pelanggan, terutama mereka yang lebih tua atau kurang akrab
dengan teknologi, ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan kebingungan.
3. 3. Keterbatasan Aplikasi dan Pilihan
Pembayaran
Meskipun QRIS mendukung berbagai aplikasi pembayaran digital seperti
GoPay, OVO, DANA, dan aplikasi perbankan lainnya mungkin beberapa pelanggan
mungkin hanya memiliki aplikasi tertentu di ponselnya. Jika pelanggan tidak
memiliki aplikasi yang kompatibel dengan QRIS, ini dapat menimbulkann
kebingungan atau ketidaknyamanan dalam proses pembayaran.
4. 4. Biaya Transaksi dan Potensi Margin
Keuntungan yang tergerus
Meskipun biaya QRIS relatif lebih rendah dibandingkan dengan penggunaan
mesin EDC (Electronic Data Capture), beberapa penyedia layanan pembayaran
digital mungkin mengenakan biaya transaksi yang sedikit lebih tinggi. Biaya ini
meskipun kecil, bisa menjadi bahan tambahan bagi usaha kecil dengan margin keuntungan
yang tipis seperti Toko Kios Chai.
5. 5. Kemanan dan Kepercayaan terhadap
Teknologi Digital
Beberapa pelanggan atau bahkan pemilik toko mungkin masih skeptis
terhadap keamanan transaksi digital, terutama terkait dengan potensi penipuan
atau kebocoran data pribasi.
Edukasi Untuk Pemilik Toko dan
Pelanggan Toko Kios Chai
1. 1. Edukasi untuk pemilik: pemilik Toko
Kios Chai perlu memahami cara kerja QRIS secara mendalam agar dapat
mengoptimalkan penggunaannya. Edukasi mengenai penggunaan sistem pembayaran dan
cara memonitor transaksi.
2. 2. Edukasi untuk pelanggan: agar
pelanggan merasa nyaman menggunakan QRIS. Pemilik toko dapat memberikan
informasi tentang cara menggunakan QRIS melalui berbagai media.
Sosialiasi Penggunaan QRIS Di Toko Kios Chai
1. 1. Menggunakan media sosial dan platform
digital
Memanfaatkan media sosial seperti Instagram, Facebook, atau WhatsApp
untuk mensosialisasikan penggunaan QRIS kepada pelanggan. Hal ini dapat
meningkatkan kesadaran pelanggan, terutama mereka yang aktif di media sosial.
2. 2. Menyediakan pelayanan yang ramah dan
membantu
Pemilik toko bisa menawarkan bantuan langsung untuk memastikan bahwa
pelanggan merasa nyaman dan yakin dalam menggunakan metode pembayaran ini.
3. 3. Kolaborasi dengan penyedia dompet
digital
Toko Kios Chai bisa bekerja sama dengan penyedia layanan pembayaran
digital seperti GoPat, OVO, atau DANA untuk mensosialisasikan QRIS lebih luas.
Manfaat Penggunaan QRIS Pada Toko
Kios Chai
1. 1. Kemudahan dan kecepatan transaksi:
QRIS memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk melalukan pembayaran hanya
dengan memindahkan kode QR.
2. 2. Mengurangi ketergantungan pada uang
tunai: mengurangi ketergantungan pada uang tunai yang sering kali menimbulkan
masalah seperti kesulitan memberikan uang kembalian atau risiko kehilangan uang
fisik.
3. 3. Memperluas akses ke pelanggan:
termasuk pelanggan yang lebih memilih menggunakan dompet digital atau
pembayaran non-tunai. Ini membuka peluang untuk menjangkau lebih banyak
pelanggan, termasuk yang tidak membawa uang tunai atau lebih memilih metode
pembayaran digital.
4. 4. Peningkatan keamanan dan transparansi: transaksi digital yang dilakukan melalui QRIS tercatat secara otomatis di aplikasi dompet digital atau aplikasi perbankan sehingga meminimalkan potensi kesalahan dalam perhitungan uang atau kehilangan uang.
Secara keseluruhan, penerapan QRIS pada toko kios chai dapat meningkatkan efisiensi, keamanan, dan aksesibilitas pembayaran, yang pada gilirannya mendukung pertumbuhan dan perkembangan usaha tersebut.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar